Pemalang — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang menggelar talkshow inspiratif yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Radio Swara Widuri. Kegiatan tersebut berlangsung di Studio 1 LPPL Radio Swara Widuri, Rabu (24/6/2026). Melalui program Bincang Sehat bertema “Mengenal Penyakit Hernia: Gejala Penanganan, dan Pelayanan Rumah Sakit Umum Siaga Medika”, masyarakat diberikan edukasi mengenai bahaya penyakit hernia yang dapat berkembang menjadi kondisi gawat darurat apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.  Talkshow inspiratif ini menghadirkan Doddy Tisna Amijaya, Sp.B.,FICS selaku Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Umum Siaga Medika Pemalang dan Sigit Udayana selaku Humas Rumah Sakit Umum Siaga Medika Pemalang.

Melalui talkshow inspiratif ini, dr. Doddy menjelaskan bahwa hernia merupakan kondisi munculnya benjolan pada bagian tubuh tertentu, terutama pada bagian lipatan paha atau perut akibat kelemahan otot yang menyebabkan organ dalam, seperti usus maupun jaringan lemak dapat terluka bahkan rusak. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga keadaan darurat medis apabila jika sudah muncul gejala penyakit hernia tidak segera ditangani Menurutnya, hernia paling sering dialami oleh laki-laki yang melakukan aktivitas fisik berat, riwayat kelemahan otot, maupun individu yang mengalami penurunan kekuatan otot akibat faktor usia. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan perempuan juga dapat mengalami penyakit tersebut.

“Jika benjolan sudah terjepit dan aliran darah menuju organ terhambat, kondisi ini bisa menyebabkan kematian jaringan organ. Gejalanya berupa nyeri hebat, mual, muntah, perut terasa kencang, hingga tidak bisa buang air besar, pasien yang sudah mengalami kondisi ini harus segera mendapatkan tindakan operasi”, ujar dr.Doddy.

Ia menegaskan bahwa hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya karena sumber masalah berasal dari kelemahan otot. Penanganan yang efektif dilakukan melalui tindakan operasi untuk menutup celah pada dinding otot sehingga organ tidak lagi keluar melalui area tersebut. Hernia memiliki beberapa tahapan. Pada tahap awal (reponible) benjolan masih dapat keluar masuk dan biasanya menghilang saat penderita beristirahat, namun muncul kembali ketika penderitanya melakukan aktivitas berat. Jika dibiarkan kondisi dapat berkembang menjadi irreponible, yakni benjolan menetap dan tidak dapat keluar masuk dan menyebabkan aliran darah terganggu serta menimbulkan kematian jaringan (strangulata), sehingga menjadi kondisi gawat darurat yang memerlukan operasi segera (cito).

Untuk menangani kasus tersebut Rumah Sakit Umum Siaga Medika menyediakan operasi cito, yakni layanan yang memastikan pasien mendapatkan tindakan operasi maksimal dalam waktu dua jam setelah terdiagnosis kegawatan ditegakkan. Jika hernia dibiarkan dalam jangka panjang maka dapat memengaruhi fungsi reproduksi juga, terutama bagi laki-laki karena lokasi hernia yang berdekatan dengan organ reproduksi. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ketika menemukan benjolan yang tidak normal pada area perut atau lipatan paha.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit Umum Siaga Medika, Sigit Udiyono menyampaikan bahwa penanganan hernia dapat ditangani dengan BPJS Kesehatan selama status kepesertaan aktif dan memenuhi persyaratan yang berlaku. Untuk kasus yang tidak gawat darurat, pasien dapat menerima layanan pengobatan melalui sistem rujukan dari fasilitas kesehatan (FASKES) pertama. Namun, pada kasus emergensi pasien berhak mendapatkan penanganan cito. Sigit juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat RSU Siaga Medika akan menghadirkan layanan operasi hernia menggunakan metode laparoskopi (operasi minim sayatan).

Rumah Sakit Umum Siaga Medika yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1, Beji, Gandulan, Kabupaten Pemalang, kini telah terakreditasi Paripurna Bintang Lima dan menyediakan layanan poli bedah setiap hari dari Senin hingga Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB. Layanan Rumah Sakit Umum Siaga Medika juga dapat dihubungi melalui nomor (0284) 324200.