Pemalang – Dalam momentum Pekan ASI Sedunia, Puskesmas Kabunan mengedukasi masyarakat mengenai pemberian ASI kepada bayi melalui program Bincang Sehat LPPL Radio Swara Widuri Pemalang pada Rabu (12/8/2026). Dialog yang disiarkan secara streaming melalui akun YouTube Radio Swara Widuri menghadirkan narasumber Bidan Puskesmas Kabunan Ardiani Fahamsya STr. Keb. Bdn dan Ahli Gizi Puskesmas Kabunan Widyah Ristanti, S.Gz.
Dalam perbincangan tersebut, Ardiani menjelaskan tujuan Inisiasi Menyusu Dini yang dilakukan segera setelah bayi lahir. “Inisiasi Menyusu Dini itu, diusahakan bayi mencari puting ibu. IMD tersebut dilakukan segera setelah bayi lahir. Seperti di puskesmas kami, setelah memotong tali pusar, sebelum plasenta lahir, bayi langsung diletakkan di dada ibu tanpa alas agar terjadi skin-to-skin” jelas Ardiani.
Ia menambahkan, proses tersebut juga bertujuan membangun ikatan (bonding) antara ibu dan anak serta memberikan kesempatan kepada bayi untuk memperoleh kolostrum sebagai ASI pertama.
Senada dengan hal tersebut, Widyah menegaskan bahwa melalui proses IMD, bayi juga berkesempatan langsung mendapatkan kolostrum yang sangat penting bagi daya tahan dan pertumbuhan awalnya. Kolostrum merupakan ASI pertama yang keluar setelah persalinan yang kaya akan zat-zat baik.
“Kolostrum itu kan ASI yang pertama kali keluar, warnanya memang agak kuning dan jumlahnya sedikit. Kenapa agak kuning? karena mengandung zat antibodi untuk daya tahan tubuh dan mengandung Vitamin A ”ujar Widyah.
Selain IMD dan kolostrum, Ardiani juga memaparkan pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama. “ASI Eksklusif itu diberikan selama 6 bulan tanpa tambahan cairan atau makanan pendamping apapun, kecuali obat-obatan dari dokter. Manfaatnya untuk bayi jelas memenuhi kebutuhannya, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memastikan pertumbuhannya optimal,” terangnya. Widyah menambahkan, kecukupan ASI dapat dilihat dari kondisi bayi, kenaikan berat badan, serta frekuensi buang air kecil.
Setelah bayi berusia enam bulan, pemberian MPASI mulai diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. “Kalau sudah lewat 6 bulan justru harus ditambah dengan MPASI, karena kebutuhan bayi sudah meningkat dan tidak hanya cukup dari ASI. Tapi ASI tetap dilanjutkan sampai usia 2 tahun,” ujar Ardiani. Sejalan dengan itu, Widyah mengingatkan agar tekstur MPASI diberikan secara bertahap sesuai usia anak.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami penerapan IMD yang kemudian dilanjutkan dengan ASI eksklusif dan pemberian MPASI sesuai tahapan tumbuh kembang anak.
